Sejarah Perayaan Tahun Baru dan Kembang Api

Sebentar lagi Tahun baru akan datang, dan sudah menjadi salah satu kebiasaan di seluruh negara dalam mengisi pergantian tahun dengan perayaan dan pesta kembang api. Berikut ini adalah asal muasal atau sejarah perayaan tahun baru dan pesta kembang api.

Perayaan tahun baru 1 Januari sebenarnya adalah mengikuti kaum sekuler negara-negara barat khususnya bangsa Romawi. Perayaan pertama tahun baru jatuh pada 1 Januari 45 SM pada masa kekaisaran Julius Caesar Roma. Ia mengganti penanggalan tradisional Romawi yang telah diciptakan sejak abad ketujuh SM. Dalam mendesain penanggalan atau kalender baru, Julius Caesar dibantu oleh Sosigenes, seorang ahli astronomi dari Iskandariyah, yang menyarankan agar penanggalan baru itu dibuat dengan mengikuti revolusi matahari, sebagaimana yang dilakukan orang-orang Mesir.

Satu tahun dalam penanggalan baru itu dihitung sebanyak 365 seperempat hari dan Caesar menambahkan 67 hari pada tahun 45 SM sehingga tahun 46 SM dimulai pada 1 Januari. Caesar juga memerintahkan agar setiap empat tahun, satu hari ditambahkan kepada bulan Februari, yang secara teoritis bisa menghindari penyimpangan dalam kalender baru ini. Tidak lama sebelum Caesar terbunuh di tahun 44 SM, dia mengubah nama bulan Quintilis dengan namanya, yaitu Julius atau Juli. Kemudian, nama bulan Sextilis diganti dengan nama pengganti Julius Caesar, Kaisar Augustus, menjadi bulan Agustus. Penanggalan baru ini sekarang dikenal dengan kalender Gregorian yang kemudian dijadikan patokan hitungan hari oleh negara - negara di seluruh dunia termasuk Indonesia.

Sedangkan Pesta kembang api, diyakini berasal dari kebudayaan bangsa China sekita 2 ribu tahun silam. Awal mulanya muncul saat koki China tidak sengaja mencampur materi KN03, belerang dan arang. Bahan tersebut dipanaskan di atas api dan dikeringkan sehingga menghasilkan bubuk pipih hitam yang jika dibakar akan menghasilkan ledakan yang keras. Campuran awal ini dikenal sebagai bubuk mesiu.
Nama China bagi bubuk hitam itu adalah ‘huo yao’ atau bahan kimia api. Campuran tersebut dimasukkan ke dalam bambu dan dilemparkan ke dalam api. Gas yang dihasilkan dari bubuk di dalam bambu tersebut akan menciptakan tekanan sehingga meledakkan tambung itu. Keberadaan materi ledakan yang menghasilkan cahaya indah tersebut menjadi bagian penting bagi kebudayaan China seperti pernikahan, ritual agama, perayaan kepercayaan dan cara untuk menakut-nakuti roh jahat.

Selanjutnya, pengetahuan kembang api mulai menyebar di kawasan Barat. Banyak pihak percaya bahwa Marco Polo merupakan salah satu orang yang pernah ke China dan membawa penemuan ini ke kawasan Timur Tengah. Selanjutnya, Tentara Salib Eropa membawa penemuan ke Inggris.

Selanjutnya, Organisasi Ilmuwan Eropa pada 1560 membuat eksperimen dari bubuk hitam tersebut untuk membatasi jumlah ledakan. Proporsi terakhir adalah Garam Petrus 75%, Arang 15% dan Belerang 10%. Selanjutnya, rasio ini terus dipakai hingga sekarang. Itulah sejarah singkat mengenai Perayaan Tahun Baru dan Pesta Kembang Api.

"SELAMAT TAHUN BARU"
0 Komentar untuk "Sejarah Perayaan Tahun Baru dan Kembang Api"

Note: Only a member of this blog may post a comment.